CORE LAYER
Core layer memberikan
struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan
traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan kata lain, core layer
menswitch paket data dengan secepat mungkin. Peralatan pada core layer jangan
diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat menganggu kecepatan switch
paket data dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, data
encryption, address transation. Core layer dikenal sebagai backbone antar
jaringan yang
saling terkoneksi.
Tugas core layer :
- Melakukan design jaringan dengan keandalan yang tinggi
- Melakukan desain untuk kecepatan dan latency yang rendah
Fungsi dari layer ini
adalah :
- Mengatur traffic [ traffic switching ]
- Mengatur kapasitas traffic dan mengirim traffic dengan cepat dan handal.
Device yang digunakan
pada layer ini adalah :
- Mesin core.vad.id,BSD Minded dipadukan dengan cisco catalyst L3.
- Router
- Multiplexer
- PBX
Biasanya perangkat
pada layer ini menangani jalur backbone utama ke ISP dan jalur internet.
DISTRIBUTION LAYER
Distribution layer
terletak diantara access layer dan core layer dan membantu membedakan core
jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain. Tujuannya untuk memberikan
batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju ke jaringan
inti. Maka dari itu, layer ini mendefinisikan aturan-aturan untuk jaringan,
seperti routing updates, route summaries, VLAN traffic, dan address
aggregation.
Fungsi dari
distribution layer yaitu :
- Routing (dalam satu autonomous system)
- Filtering (dalam satu autonomous system)
- Service handling
- Mengendalikan konektivitas /policy
- QOS
Tugas dari
distribution layer yaitu routing antar layer atau antar subnet VLAN di Access
Layer.
Perangkat distribution
layer :
- Cisco Catalyst 6509
- Nexus 7000
- ASA 5500
- Switch layer 3
- Firewall
- Router LAN
- Bridge
- Brouter
- VPN Access Router
- Cisco Catalyst 6009 Layer 2 Core.
ACCESS LAYER
Access layer menyuplai
trafik ke jaringan dan melakukan network entry control. Para pengguna mengakses
jaringan melalui access layer. Access layer berlaku layaknya “pintu masuk”
menuju sebuah jaringan. Access layer juga dapat melakukan daftar akses yang
didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk. Access layer juga
dapat memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui teknologi
wide-area, seperti frame relay, ISDN, atau leased lines. Layer ini juga
mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya
Internetwork.Fungsi layer ini melakukan share bandwith,switched bandwith , MAC
Layer Filtering , dan Micro segmentation [NAT/subneting]. Device yang digunakan
adalah
- Cisco 1900 series integrated services router
- Cisco 2900 series integrated services router
- Cisco 3900 series integrated services router
- Cisco 800 series routers